Kamis, Desember 03, 2009

Peraduan sang Pengantin Baru


Merias Kamar Pengantin..


Setelah acara seserahan dua belah pihak keluarga, ada acara apalagi selanjutnya???


Biasanya biar se-moderen apapun, melihat hari baik adalah suatu kebutuhan. Bukan hanya berlaku pada tradisi Tionghoa, tapi juga mungkin suku lainnya. Apalagi untuk momen bahagia seperti pernikahan, dan persiapannya semua dilaksanakan di suatu “hari baik” yang sudah dipilih berdasarkan hitung-hitungan yang disesuaikan berdasarkan unsur,shio, jam dsb dari kedua calon mempelai dan keluarganya (sekarang ini orang yang berkemampuan mencari hari baik ini sangat langka – ini dikarenakan keterbatasan membaca aksara mandarin dan mengartikannya).



Setelah melewati tahap-tahap sebelumnya, hari merias kamar pengantin ini biasanya dilakukan 1 minggu sebelum hari ‘H’. Apakah sang pengantin yang menyiapkannya?? (padahal sudah cukup stress dan deg-degan), tentu tidak.. itulah gunanya sanak famili, kerabat atau teman dekat yang dengan syarat: yang dewasa SUDAH MENIKAH (tidak pernah cerai / berstatus janda – duda), panutan keluarga yang cukup beruntung dan diberkahi kesehatannya, keluarganya, anak-anak, dan cucu-cicit biasanya akan diikutsertakan dalam prosesi merias kamar pengantin ini. Dan pada jam yang sudah (lagi-lagi) dihitung, awal dimulainya merias kamar pengantin dengan memasangkan sprei baru di ranjang pengantin oleh wanita yang membawa berkah, dan pria yang membawa keberuntungan (biasanya sudah ditunjuk dari pasangan suami istri yang harmonis juga sukses dalam berumah tangga). Kemudian diatas ranjang tersebut akan ditata dengan perlengkapannya dan ditempeli stiker ‘double happiness’ dan disebarkan beragam buah kering yang mempunyai makna diatas kasur.


Pada kesempatan ini seluruh hantaran mahar, tukaran seserahan (kedua calon mempelai) juga akan dirapikan. Seperti merapikan pakaian, menata meja rias, menempeli semua sudut kamar dengan aksara ‘double happiness’ (yang tentu saja MERAH) dan tidak lupa terpampang foto-foto pre-wedding calon mempelai. Singkatnya kamar pengantin akan dirias secantik mungkin (dan meriah) untuk menandakan kemeriahan sang penghuni baru.



Dan berikut ini daftarnya.. (check it out!!!)


1. 1 set perlengkapan tempat tidur, jika pada tradisi jaman baheula (mungkin sekarang masih ada) sprei pengantin itu biasanya berwarna merah-merah muda. Dengan desain yang sangat popular bersulamkan sepasang dragon-phoenix, ‘double happiness’, bunga peoni. Tapi untuk pasangan moderen mereka lebih memilih yang polos tapi tetap ada nuansa merahnya. (yang melambangkan keberuntungan)


2. Angco, kurma merah China , lengkeng kering, leci kering, kesemek kering (biasa juga bisa diganti permen) yang semuanya ini melambangkan manis natural, agar diberkahi pernikahan yang manis.

3. Biji teratai (
莲子) , melambangkan kesuburan yang berkesinambungan (连生贵子).



4. Bunga Lily (百合), simbol dari pernikahan yang harmonis (百年好合).

5. Kacang merah dan hijau.


6. Jeruk Keprok (橘子 "ju zi") mirip dengan pelafalan beruntung( ji), melambangkan semoga pengantin baru membawa keberuntungan, semakin besar jeruknya semakin beruntung (hhmm kalo jeruk lapis emas atau berlian sebesar jeruk kayanya cukup deh ;p)


7. Daun jeruk (
柚子叶), dipercaya dapat mengusir dan menangkal roh jahat, dan pernikahan dapat berjalan lancar juga membawa berkah bagi pengantin baru.


8. Sepasang Lampu kamar, lampu dalam bahasa mandarin dibaca"deng" (
) yang berbunyi mirip dengan "ding" (丁) yang berarti anak. Juga sebagai penerang dalam bahtera rumah tangga baru, yang harus nyala sampai hari ‘H’.


9. Angpao keberuntungan "Li Shi" (利是), lambang segala berkah finansial bagi pengantin baru.



Setelah semua selesai, ini dia LARANGAN-nya:

  • Ranjang tersebut sebaiknya tidak boleh disentuh sampai hari “H”. Akan di foto oleh pasangan mempelai dan anak-anak balita laki-laki dan perempuan akan dipersilahkan untuk bermain sebentar di atas ranjang pengantin (sebagai lambang kesuburan)

  • Jika pengantin pria mau tidur di kamar tersebut, harus didampingi oleh anak muda. Karena tidak baik untuk tidur sendirian (mengosongkan sisi ranjang) dan bagi orang tua, itu berarti seperti menyumpahi salah satu dari calon pengantin untuk meninggal lebih dahulu.. (huaaah seyeeemmm)

  • Wanita yang sedang menstruasi tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin selama dirias (sampai semua selesai) juga pada saat hari ‘H’ (kecuali pengantin wanita)

  • Ibu hamil sebaiknya tidak menyentuh perlengkapan pengantin baru.



Bagaimana??? sudah membuat kalian geleng-geleng kepala?? yang pasti semua ini hanya untuk satu tujuan yang sama... memberikan berkah dan harapan yang terbaik juga menggenapi sebuah peristiwa bahagia. (kebayang deh kalau ada ibu peri kayanya seru juga ya.. hehehe ^_^)

masih ada ritual apa lagi setelah ini.. ya ya tentu saja kebayang kan H2C-nya kedua mempelai (karena Adrenalin semakin meningkat, stres juga, parno juga, gado-gado, tumpah ruah deh)

HARI 'H' menanti.. masih ada midodareni, dan Tea-pay.. yang akan dibahas di topik berikutnya.
see ya!! (wuaahh semakin menambah keinginan punya WO!!)

Continue..

2 komentar:

CAROLINE mengatakan...

buset dah!

baru postingan lu yang ini yang gue baca...yang kemaren kagak.

tapi ya ampun...RIBET amat!!

tapi gue ngerti sih...tradisi is tradisi..biar bagaimanapun kan tujuannya baik, iya 'kan? hehehehe...

Sufei-Lie 淑慧 mengatakan...

Ya begitulah.. dan ini juga kocak ajah, di rumah jg lagi riweh2 ada angco, biji teratai, gue neh ntar malem atau besok kebagian beberes seserahan..

yah jadi tau ajah bgitu loh tradisinya.. (bahkan kalo yg versi Istana lbh RIBEEEETT lg!!!)

eniwei gue mensensor gambar2 porky (kasian)